Akhirnya selesai juga membaca buku “Berani Tidak Disukai” karya Ichiro Kishimi & Fumitake Koga. 🙂. Buku ini ditulis dengan format dialog antara seorang filsuf dan seorang pemuda yang terdiri dari 5 pertemuan dimulai dari malam pertama sampai malam kelima.

Drama Jepang

Buku “Berani Tidak Disukai” adalah buku terjemahan dari “The Courage To Be Disliked”. Bahkan di Jepang ada juga seri dramanya yang dirilis pada tahun 2017. Dari overview filmnya jelas tertulis bahwa drama tersebut bisa mengajarkan penontonnya tentang psikologi Adlerian atau psikologi Alfred Adler.

An academic and cynical sophisticated detective drama that can teach you about Adlerian psychology.

Biografi Singkat Alfred Adler

Alfred Adler dilahirkan di Wina pada tanggal 9 Pebruari 1870, Dia menyelesaikan studinya dalam lapangan kedokteran pada Universitas Wina pada tahun Mula-mula mengambil spesialisasi dalam opthamologi, dan kemudian dalam lapangan psikiatri. Mula-mula bekerja sama dengan Freud dan menjadi anggota serta akhirnya menjadi presiden “Masyarakat Psikoanalisis Wina”.

Namun dia segera mengembangkan pendapatnya sendiri yang menyimpang dari pendapat Freud, yang akhirnya menyebabkan dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden serta dari keanggotaannya dalam “Masyarakat Psikoanalisis Wina” tersebut pada tahun 1911 dan mendirikan aliran baru yang diberi nama “Individual Psychologie”.

Istilah-Istilah Dalam Konsep Psikologi Individu Adler

  • Psikologi individual
  • Aetiologi adalah studi tentang hubungan sebab akibat
  • Teleologi adalah ilmu yang mempelajari tujuan dari suatu fenomena tertentu, ketimbang penyebabnya
  • Hubungan interpersonal didefinisikan sebagai asosiasi sosial, koneksi, atau afiliasi antara dua orang atau lebih.
  • Gaya hidup adalah kecenderungan berpikir dan bertindak dalam kehidupan
  • Inferior adalah perasaan tidak berdaya atau minder
  • Superior adalah perasaan mampu
  • Kompleks Inferioritas
  • Kompleks Superioritas
  • Kepedulian Sosial

Perkataan Filsuf Yang Menarik

Pendahuluan

  • Dunia ini sederhana, dan hidup ini juga sederhana – p.xv, p.xviii
  • Bukan dunia yang rumit, tapi kaulah yang membuat dunia ini rumit – p.xviii
  • Tidak ada seorang pun di antara kita yang tinggal di dunia yang objektif, melainkan di dunia yang kita maknai secara subjektif – p.xviii
  • Semua manusia bisa berubah, semua manusia juga bisa menemukan kebahagiaan – p.xx

Malam Pertama: Menyangkal keberadaan trauma

  • “Raksasa Ketiga” yang Tak Dikenal
    • …gagasan-gagasan Adler dikatakan lebih maju ratusan tahun dari masanya, dan bahkan dihari ini kita belum sungguh-sungguh berhasil memahaminya. Seorisinal dan seinovatif itulah gagasan-gagasan yang dimilikinya – p.5
  • Mengapa Manusia Bisa Berubah
    • Dalam teori psikologi Adler, kita tidak memikirkan “sebab” yang sudah lewat, tapi “tujuan” saat ini – p.10
  • Trauma Itu Tidak Ada
    • Kita tidak ditentukan oleh pengalaman kita, namun arti yang kita berikan kepada pengalaman-pengalaman itu menentukan dengan sendirinya (Kita mengartikannya sesuai dengan tujuan kita) – p.13
  • Manusia Menciptakan Amarah
    • Kau marah justru supaya kau bisa berteriak. Dengan kata lain, untuk bisa memenuhi tujuanmu berteriak, kau menciptakan emosi amarah – p.18
    • Amarah adalah alat yang bisa dikeluarkan saat diperlukan – p.20
    • …menggunakan amarah dengan suara nyaring untuk menaklukkan …, dan dengan demikian menegaskan pendapatnya – p.20
  • Cara untuk Hidup Tanpa Dikendalikan Masa Lalu
    • Kita tidak bisa kembali ke masa lalu dengan mesin waktu.Kita tidak dapat memutar balik jarum waktu. Kalau kau memilih tinggal dalam aetiologi, kau akan terikat oleh masa lalu dan takkan pernah bisa menemukan kebahagiaan – p.22
    • Manusia tidak digerakan oleh pencetus di masa lalunya, namun bergerak menuju tujuan yang mereka tetapkan sendiri – p.23
  • Socrates dan Adler
    • Langkah pertama untuk berubah adalah mengetahui – p.26
    • Socrates tidak meninggalkan satu pun buku yang benar-benar ditulis olehnya sendiri … Plato yang menerjemahkan filosofinya kedalam tulisan untuk generasi mendatang – p.26
    • Adler juga tidak terlalu berminat pada kegiatan sastra, lebih memilih mengadakan dialog personal … dan mengadakan kelompok diskusi kecil – p.26
    • Socrates dan Adler sama-sama menyampaikan gagasan lewat dialog – p.26
  • Apakah Kau Puas dengan Apa Adanya Dirimu?
    • Saat ini, kau tidak merasa benar-benar bahagia. Ini karena kau belum belajar mencintai dirimu sendiri. – p.29
    • Mengutip lagi kata-kata Adler: “Yang penting bukanlah dengan apa seseorang dilahirkan, namun bagaimana dia memanfaatkannya” – p.31
  • Ketidakbahagiaan Adalah Sesuatu yang Kaupilih untuk Dirimu Sendiri
    • Ini bukan karena kau dilahirkan dalam keadaan yang tidak membahagiakan atau berakhir dalam situasi yang tidak membahagiakan. Hanya saja, engkau menilai bahwa “menjadi tidak bahagia” itu baik untukmu – p.34
  • Manusia Selalu Memilih untuk Tidak Berubah
    • Dalam teori psikologi Adler, kita menggambarkan watak dan pribadi tersebut dengan katak “gaya hidup” – p.36
    • Gaya hidup adalah kecenderungan berpikir dan bertindak dalam kehidupan – p.36
    • Dalam artian sempit, gaya hidup dapat ditetapkan sebagai kepribadian seseorang; jika diartikan lebih luas, ini adalah kata yang mencakup pandangan seseorang tentang dunia ini dan kehidupan – p.37
    • Dalam teori psikologi Adler, gaya hidup dipandang sebagai sesuatu yang engkau pilih untuk dirimu sendiri – p.37
    • Dalam pandangan psikologi Adler, hal ini terjadi di sekitar usia sepuluh tahun – p.38
  • Hidupmu Diputuskan di Sini, Saat Ini

Malam Kedua: Semua persoalan adalah tentang hubungan interpersonal

  • Kenapa Engkau Membenci Dirimu Sendiri
  • Semua Persoalan Adalah tentang Hubungan Interpersonal
  • Perasaan Inferior Adalah Asumsi yang Subjektif
  • Kompleks Inferioritas Hanyalah Alasan
  • Pembual Memiliki Perasaan Inferior
  • Hidup Bukanlah Persaingan
  • Hanya Kaulah yang Mencemaskan Penampilanmu
  • Dari Perebutan Kekuasaan Hingga Balas Dendam
  • Mengakui Kesalahan Bukan Berarti Kalah
  • Membereskan Tugas-Tugas yang Mengadang Hidup Kita
  • Benang Merah dan Rantai yang Kaku
  • Jangan Tertipu oleh “Dusta Kehidupan”
  • Dari Psikologi Kepemilikan Hingga Psikologi Praktik

Malam Ketiga: Menyisihkan tugas-tugas orang lain

  • Menyangkal Hasrat untuk Diakui
  • Jangan Hidup demi Memenuhi Ekspektasi Orang Lain
  • Cara Memabagi Tugas
  • Menyisihkan Tugas Orang Lain
  • Cara Mengesampingkan Masalah dalam Hubungan Interpersonal
  • Memotong Simpul Gordia
  • Hasrat Untuk Diakui Membuatmu Terbelenggu
  • Seperti Apakah Kebebasan Sejati Itu?
  • Kau Memegang Kartu Penting dalam Hubungan Interpersonal

Malam Keempat: Di manakah pusat dunia ini

  • Psikologi Individual dan Holisme
  • Tujuan Dari Hubungan Interpersonal Adalah Perasaan Sosial
  • Mengapa Hanya Aku yang Tertarik pada Diriku Sendiri?
  • Kau Bukanlah Pusat Dunia Ini
  • Mendengar Suara dari Komunitas yang Lebih Besar
  • Jangan Menegur atau Memuji
  • Pendekatan yang Memberi Semangat
  • Bagaimana Cara Merasakan Bahwa Engkau Berarti
  • Hadir di Sini Saat Ini
  • Manusia Tidak Bisa Memanfaatkan Dirinya dengan Benar

Malam Kelima: Hidup dengan sungguh-sungguh di sini pada saat ini

  • Kesadaran Diri yang Berlebihan Akan Melumpuhkan Diri Sendiri
  • Bukan Penegasan Diri, tapi Penerimaan Diri
  • Perbedaan Antara Yakin dan Percaya
  • Esensi dari Bekerja Adalah Berkontribusi bagi Kepentingan Umum
  • Anak Muda yang Berjalan di Depan Orangtua
  • Gila Kerja Adalah Dusta Kehidupan
  • Engkau Bisa Berbahagia Sekarang
  • Dua jalan yang Dilewati oleh Mereka yang Ingin Menjadi “Spesial”
  • Keberanian untuk Menjadi Normal
  • Hidup Adalah Rangkaian Momen
  • Hiduplah Seperti Sedang Menari
  • Bersinarlah di Sini pada Saat Ini
  • Dusta Kehidupan Terbesar
  • Memberi Makna pada Hidup yang Terlihat Sia-Sia
  • Teori psikologi Adler adalah psikologi keberanian
  • Yang penting bukanlah dengan apa seseorang dilahirkan, namun bagaimana dia memanfaatkannya
  • Bahagia adalah perasaan telah berkontribusi

Kesimpulan

Artikel ini masih dalam proses penyelesainnya.

Semoga bermanfaat 😀

Photo by Rupert Britton on Unsplash

Biografi Alfred Adler diambil dari sini

Author

Software Engineer, Chatbot Developer, Natural Language Processing Enthusiast, JAMStack Enthusiast.

Write A Comment