Motivasi

Apakah mungkin bisa membuat 1 produk per hari selama 30 hari?πŸ€”
Jawabannya ya mungkin saja, tapi Why and What?
Kenapa harus 1 hari 1 produk, dan kenapa 30 hari?
Dan apa yang dimaksud dengan produk disini, definisi nya apa?
Pertanyaan tersebut harus dijawab dulu, agar waktu dan tenaga yang digunakan tidak menjadi sia-sia.

Menurut KBBI, produk/proΒ·duk/ (kata benda) adalah:

  1. Barang atau jasa yang dibuat dan ditambah gunanya atau nilainya dalam proses produksi dan menjadi hasil akhir dari proses produksi itu.
  2. Benda atau yang bersifat kebendaan seperti barang, bahan, atau bangunan yang merupakan hasil konstruksi.
  3. Hasil; Hasil kerja.

Dalam hal ini yang saya maksud produk adalah produk digital. Produk digital adalah jenis produk yang tidak berwujud secara fisik dan dapat diakses, digunakan, atau didistribusikan melalui perangkat elektronik dan jaringan komputer.

Alasan memilih produk digital karena:

  • Produk digital memiliki keunggulan dalam hal aksesibilitas, skalabilitas, dan distribusi yang lebih mudah dibandingkan produk fisik.
  • Produk digital dapat memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari hiburan hingga produktivitas dan pembelajaran, dan menjadi bagian penting dari dunia modern yang terkoneksi secara digital.
  • Cenderung memiliki siklus pengembangan dan distribusi yang lebih cepat.

Contoh produk digital adalah e-book, tutorial, MP3, film, video game, podcast, social media, software, aset digital seperti cryptocurrency, non-fungible token (NFT), dan lain sebagainya.

Ok, paham ya, tapi sampai sini belum menjawab pertanyaan di awal tadi.

Kenapa Membuat 1 Produk Digital Perhari

Ada yang berkata “membuat produk itu harus fokus satu per satu agar bisa berhasil“, iya ini ada benarnya, tapi kembali lagi, tergantung apa tujuannya. Bagi saya pribadi tujuannya adalah sebagai berikut:

  • Kreativitas 🧠, setelah cukup lama bekerja di perusahaan, saya ingin mencoba membebaskan pikiran dan cara kerja saya. Be my own boss.
  • Portfolio πŸ“’, ya syukur-syukur kalau ternyata produk yang dibuat ini ternyata bisa memiliki pengaruh terhadap kehidupan saya.
  • Eksperimen πŸ§ͺ, ya eksperimen saja, siapa tau dari 30 produk ternyata ada 1 atau 2 produk yang sangat potensial. Ini seperti hukum pareto 80/20. Untuk mencari yang 20 menurut saya diperlukan iterasi, eksperimen yang bisa jadi tidak sedikit.
  • Potensi Penghasilan πŸ€‘, siapa yang tidak ingin produknya diminati banyak orang, namanya juga usaha 😁.

Kenapa 30 Hari

Jangan berikan celah untuk malas menjadi habit. Dan rencana ini bukan untuk dijalankan di waktu luang, ini adalah full time job yang akan memakan waktu dan tenaga seharian. Agar dapat menjalankan rencana ini saya harus dalam kondisi bebas dari pekerjaan dan saat ini saya sedang memperhatikan peluang untuk saya berada dalam kondisi bebas dengan cadangan keuangan yang cukup (semoga bisa segera terwujud 🀲).

Kenapa 30 hari? bukan berarti setelah 30 hari tidak melakukan apa-apa, tapi menetapkan tujuan dan target adalah hal yang fundamental untuk mendorong diri kita sendiri keluar dari zona nyaman dan bertumbuh secara eksponensial.

Jangan membuat rencana “Jika kita gagal”, No!, lupakan, tapi buatlah rencana “Agar kita berhasil”. Tapi kalau gagal nanti bagaimana? kalau tidak konsisten 30 hari bagaimana? Sementara kubur dulu pertanyaan tersebut. Fokuskan pikiran kita untuk membuat rencana agar kita berhasil!

Pendekatan (Approach)

Pendekatan untuk menentukan produk apa yang dibuat adalah menggunakan prinsip menyelesaikan masalah sendiri. Dalam hal ini pengguna produk adalah saya sendiri, dimana akan selalu ada kemungkinan bahwa orang lain memiliki masalah yang sama dengan saya. Orang yang memiliki masalah yang sama inilah yang merupakan target pengguna dari produk digital yang saya buat.

Ruang Lingkup (Scope)

Cakupan produk bisa jadi kecil dikarenakan waktu pengembangan yang hanya satu hari. Namun jika nanti terlihat potensinya, tentunya akan bisa dikembangkan lebih lanjut. Namun setiap produk digital yang dibuat akan memiliki beberapa komponen dasar diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Memiliki Halaman website atau landing page
  • Setiap pengguna diharuskan mendaftar atau minimal memasukkan alamat Email dan nomor telpon untuk bisa mengakses produk
  • Memiliki fitur notifikasi melalui WhatsApp atau Email

Timeline

Jadwal harus disusun agar bisa mencapai target sesuai dengan waktu yang tersedia.

JamAksi
5.30 – 7.30– Melakukan perencanaan dan analisis
– Membuat konsep atau ide agar bisa di eksekusi.
– Jika Weekend durasi ini juga bisa disisipi dengan jalan pagi atau olahraga
7.31 – 8.00– Bersih-bersih, mandi pagi
8.01 – 11.30– Idea implementation.
– Deep focus, FLOW
11.31 – 13.00– Makan siang, istirahat
13.01 – 13.30– Nap / Transisi ke deep focus
13.31 – 15.00– Deep focus, FLOW
15.01 – 16.00– Take a break
16.01 – 17.30– 15 menit transisi ke deep focus
– Deep focus, FLOW
17.31 – 20.00– Makan malam, istirahat
– Ceritakan ke keluarga apa yang akan kita rilis
tidak masalah jika mereka belum mengerti, tetap ceritakan.
20.01 – 22.00– Persiapan rilis produk.
– Rilis produk dan publikasi informasi ke komunitas di media sosial,
Telegram/Ads.
Kegiatan Harian Pengembangan Satu Produk Perhari

Infrastruktur, Teknologi, dan Tools

Saat ini banyak sekali penyedia infrastruktur yang dapat digunakan. Rata-rata penyedia juga menyediakan versi gratisan / free tier. Untuk mendukung ritme yang cepat maka saya memilih infrastruktur cloud yaitu Vercel. Alternatif lainnya adalah Heroku, Netlify, AWS Beanstalk, dan masih ada beberapa penyedia lainnya.

Untuk manajemen kode saya menggunakan Github. Saya hubungkan Github dengan Vercel agar ketika ada kode yang di push ke Github maka Vercel akan otomatis melakukan deployment ke lingkungan Development. Dan di Vercel saya bisa dengan mudah melakukan rilis ke lingkunan Production dengan satu kali klik.

Bagaimana dengan database? sepertinya tidak semua produk digital yang saya buat memerlukan database, tapi jika harus memilih saya akan gunakan cloud database dari Neon.tech atau Upstash. Neon.tech menyediakan layanan database cloud PostgreSQL sedangkan Upstash menyediakan Redis, Kafka dan QStash.

Bagaimana dengan bahasa pemrograman? untuk bahasa pemrograman saat ini saya memilih menggunakan JavaScript dengan Node.js/Bun. Jika memungkinkan beberapa produk digital akan menggunakan WordPress, Strapi atau tools lainnya yang sudah tersedia. Karena fokusnya adalah di produknya bukan di teknologinya 😁. Kecuali yang mau kita jual adalah teknologinya.

Tidak lupa juga bahwa kita perlu Payment Gateway, untuk apa? ya untuk terima uang dari pengguna 😁. Pilihan saya sementara adalah Xendit, karena saya sudah memiliki pengalaman menggunakan Xendit di produk digital saya sebelumnya. Alternatifnya adalah Midtrans. Kedua layanan tersebut sudah pernah saya gunakan. Sebetulnya selain menggunakan payment gateway kita juga bisa menggunakan akun bank pribadi dengan menggunakan layanan seperti cekmutasi, moota dan bukubank

Bagaimana dengan notifikasi? Notifikasi ini sangat penting khususnya untuk engage dengan pengguna jadi jangan diabaikan. Notifikasi yang dimaksud disini adalah WhatsApp dan Email. Untuk layanan Email saya berencana menggunakan Mailgun alternatifnya adalah Sendgrid. Dan untuk layanan WhatsApp kita bisa pakai buatan Indonesia yaitu Watzap.

Monetasi

Belum apa-apa udah mikirin duit #eh 😁, tidak bermaksud menyinggung. Tapi bicara tentang uang juga ada konteks nya dan bergantung kepada siapa kita berbicara. Jika kepada seorang awam yang sama sekali tidak ada pengalaman atau baru mau terjun membuat produk digital, mungkin bicara monetasi terlalu dini karena yang penting take action dulu. Hal ini tidak berlaku bagi saya, karena saya memiliki pengalaman membuat produk digital sebelumnya, jadi monetasi ini termasuk bagian dari pembuatan produk dalam satu hari 😲. Ada beberapa opsi monetasi produk digital yang ingin saya gunakan, diantaranya adalah sebagai berikut:

Jenis MonetasiKeterangan
Pembelian Produk DigitalIni adalah model paling dasar di mana pengguna membayar untuk mengunduh atau mengakses produk digital, seperti aplikasi smartphone berbayar, e-book, atau perangkat lunak.
FreemiumProduk digital ini tersedia secara gratis, tetapi pengguna dapat membeli fitur premium atau berlangganan untuk mendapatkan akses ke fungsi tambahan atau konten eksklusif.
Iklan (Ads)Kita dapat menghasilkan uang dari produk digital dengan menampilkan iklan di dalamnya. Ini termasuk iklan banner, iklan video, atau iklan dalam aplikasi seluler.
Berlangganan (Subscription)Model berlangganan memungkinkan pengguna membayar secara berkala, misalnya bulanan atau tahunan, untuk mengakses konten atau layanan digital. Ini sering digunakan dalam aplikasi streaming musik atau video, serta layanan berita atau pembelajaran online.
Afiliasi (Affiliate)Kita dapat menghasilkan uang dengan memasukkan tautan afiliasi ke dalam produk digital dan mendapatkan komisi dari penjualan yang dilakukan melalui tautan tersebut.
Berbagai Jenis Monetasi Untuk Produk Digital

Menentukan Harga Produk

Dalam hal ini kita harus berusaha realistis. Jika diperlukan kita bisa hitung secara jangka panjang untuk merendahkan harga namun hal tersebut juga bergantung kepada jenis produk dan tujuan keuangan kita. Berikut adalah panduang singkat langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan harga produk.

LangkahKeterangan (Contoh)
Langkah 1: Biaya Produksi dan Operasional
– Biaya pengembangan produk atau aplikasi70.000 per jam
– Biaya server dan hosting350.000 per bulan
– Biaya pemasaran awalSocial Media Ads ??
Total Biaya Operasional??
Langkah 2: Tujuan Keuangan
– Mencapai titik impas (ROI) dalam 6 bulan pertama??
Langkah 3: Penelitian Pasar dan Pesaing
– Harga pesaing terkait produk atau aplikasi serupa
Langkah 4: Margin Laba yang Diinginkan
– Margin laba yang diinginkan20%
Langkah 5: Metode Penentuan Harga
– Berbasis permintaan dan nilai
Langkah 6: Uji Harga
– Kelompok A (harga sekian xx)Tingkat konversi: X%
– Kelompok B (harga sekian xx)Tingkat konversi: Y%
Langkah 7: Pantau dan Evaluasi
– Waktu mencapai titik impasX bulan
– Laba setelah mencapai titik impas
– Umpan balik dari penggunaPositif/Negatif
Menentukan Harga Produk

Create like an artist.
Solve like an engineer.
Act like an entrepreneur.

Semoga bermanfaat πŸ™‚.

Photo by Diego PH on Unsplash

Author

Software Engineering Manager, Software Engineer, Chatbot Developer, Natural Language Processing Enthusiast, JAMStack Enthusiast.

Write A Comment