Halo, teman-teman! Tahu gak, dalam dunia pembangunan perangkat lunak, ada satu konsep keren yang mirip banget sama yang ada di dunia konstruksi. Ini namanya “scaffolding,” atau kalau dalam bahasa Indonesia, bisa kita sebut sebagai “kerangka awal.” Nah, “scaffolding” ini tuh seperti pondasi untuk gedung tinggi, tapi buat perangkat lunak kita.

Sebelum kita mulai bikin perangkat lunak keren, ada beberapa hal penting yang harus kita pegang dulu. Pertama, kita harus paham betul apa aja yang mau dicapai sama perangkat lunak kita, alias “functional requirements” dan juga harus ngejelasin hal-hal teknis yang penting, yang disebut “non-functional requirements.” Ini kayak desain interior dan eksterior buat gedung, harus kita pikirkan sebelum mulai bangun.

Lalu, kita mulai bikin “scaffolding” ini. Ini seperti pasang pondasi dan kerangka buat bangunan fisik. “Scaffolding” ini jadi landasan yang kuat buat kita membangun perangkat lunak kita. Ingat, ini bukan kode perangkat lunak yang jadi produk akhir, tapi lebih kayak struktur awal yang bisa kita kembangkan.

Ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan pas bikin “scaffolding”:

  1. Persyaratan yang Jelas: Sebelum bikin “scaffolding,” kita harus pastikan bahwa persyaratan fungsional dan non-fungsional udah jelas dan dimengerti dengan baik. Kita harus punya panduan yang kuat sebelum mulai membangun.
  2. Desain dan Arsitektur: Sebelum kita mulai nulis kode, kita harus punya rencana desain dan arsitektur. Ini kayak desain bangunan yang harus kita bikin sebelum mulai bangun gedung.
  3. Prototipe: Kadang-kadang, bikin prototipe bisa membantu. Ini kayak bikin model kecil dari gedung biar kita bisa lihat gimana tampilan akhirnya. Dalam konteks perangkat lunak, ini bisa membantu kita ngecek rencana kita.
  4. Pemilihan Framework: Tergantung proyeknya, kita bisa pilih framework yang udah ada atau bikin sendiri. Ini seperti pilih bahan dan peralatan yang kita butuhkan buat bangun gedung.
  5. Version Control dan Kolaborasi: Pastikan kita punya sistem version control, seperti Git, buat mengelola perubahan kode, berkolaborasi dengan tim, dan melacak perkembangan proyek.
  6. Pengujian dan Jaminan Kualitas: Integrasi pengujian dan jaminan kualitas sejak awal. Hal ini bisa bantu kita cari masalah dan perbaiki sejak dini.
  7. Dokumentasi: Ingat buat bikin dokumentasi yang baik. Dokumentasi ini kayak panduan buat pemeliharaan sistem, pelatihan tim, dan membantu kita saat ada masalah.

Dengan membuat “scaffolding”, kita bisa memastikan perangkat lunak kita akan jadi sesuai harapan dan terhindar dari banyak masalah di masa depan. Saya sendiri sudah mempraktikan membuat “scaffolding” di hampir setiap project perangkat lunak sejak 13 tahun lalu. Semoga artikel ini bermanfaat buat teman-teman yang sedang berkecimpung dalam dunia pengembangan perangkat lunak!

Photo by Ben Allan on Unsplash

Author

Software Engineering Manager, Software Engineer, Chatbot Developer, Natural Language Processing Enthusiast, JAMStack Enthusiast.

Write A Comment