Apakah kamu seorang pemimpin?

Pemimpin negara? pemimpin perusahaan? pemimpin komunitas? pemimpin masyarakat? pemimpin tim? pemimpin keluarga?

Sebetulnya siapa pun kita, kita adalah seorang pemimpin, yaitu pemimpin bagi diri sendiri. Ada seorang bijak berkata:

Jadilah Pemimpin Bagi Diri Sendiri Sebelum Memimpin Orang Lain

Lalu, bagaimana cara menjadi seorang pemimpin?

Banyak sekali buku bertema self-help atau self-improvement yang membahas tentang kepemimpinan. Bahkan pelatihannya pun ada. Buku-buku dengan tema tersebut biasanya mudah untuk dibaca, karena penulisnya menggunakan gaya bahasa yang mengalir dan mudah dipahami.

Setelah membaca banyak buku seperti itu, apakah bisa langsung menjadi seorang pemimpin? Biasanya tidak semudah itu. Baca bukunya mungkin mudah, misal satu hari bisa selesai membaca bukunya, tetapi untuk praktik di kenyataan tidaklah mudah, butuh bulanan bahkan tahunan.

Salah satu kunci utama untuk memudahkan praktik ilmu-ilmu yang terdapat di buku atau pelatihan itu adalah dengan mengenali diri sendiri. Ini pun mudah sekali diucapkan tetapi untuk praktiknya sangatlah sulit. Bagaimana cara kita mengenali diri sendiri dengan baik? Seperti apa orang atau pribadi yang sudah benar-benar mengenali dirinya sendiri?

Pendekatan untuk mengenal diri sendiri dapat ditempuh melalui beberapa jalan, namun yang paling baik adalah melalui pemahaman keyakinan, agama dan Tuhannya. Dalam artikel ini kita anggap saja bahwa kita sudah mengenali diri kita sendiri dengan baik. Lalu kita ingin belajar menjadi seorang pemimpin yang baik.

Ada banyak indikator untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, ada banyak juga caranya. Di artikel ini, saya mencoba mengkodifikasikan pemahaman saya dari hasil membaca dan mengikuti pelatihan Technical Leadership. Silakan perhatikan gambar berikut ini:

Disiplin Dari Para Pemimpin Hebat

Ada enam disiplin yang tertulis pada gambar diatas, yaitu reading, thinking, writing, acting, learning, dan growing. Kita bisa lihat salah satu lingkaran intinya adalah membaca (reading). Bermula dari membaca hingga dapat bertumbuh (growing). Berikut penjelasan dari masing-masing disiplin tersebut.

Reading

Membaca pada umumnya adalah membaca suatu tulisan atau gambar, namun membaca juga bisa diartikan secara luas yaitu membaca situasi, membaca kondisi sekitar, membaca ekspresi wajah, membaca gerakan alam, dan lain sebagainya.

Dengan membaca kita bisa mendapatkan masukan berupa data, informasi, atau kebijaksanaan yang dapat kita manfaatkan sebagai pengetahuan untuk bahan berpikir.

Thinking

Berpikir memerlukan masukan dari eksternal salah satunya adalah melalui aktivitas membaca. Membaca diperlukan untuk mendapatkan pengetahuan karena aktivitas berpikir memerlukan dasar pengetahuan. Dalam berpikir pasti akan melibatkan logika.

Perlu dipahami bahwa logika tidak dapat menciptakan pengetahuan, namun pengetahuan dapat menciptakan logika. Dan pengetahuan yang diolah sedemikian rupa bisa mengubah logika atau membentuk logika baru di dalam kepala kita yang biasanya disebut dengan pemikiran.

Sebuah pemikiran dapat diuji dengan cara ditulis, yaitu menuliskan apa yang ada di dalam pikiran kita atau bisa juga disebut menuliskan pemikiran kita. Selain menulis, menggambar pun bisa dilakukan.

Writing

Menulis merupakan aktivitas yang penting bagi para pembelajar. Dengan menulis kita mencoba membagi pemikiran kita kepada orang lain. Sekalipun tujuannya di tulis untuk diri sendiri tetap saja aktivitas ini sangat bermanfaat.

Perlu diketahui bahwa otak manusia memiliki keterbatasan dalam memproses suatu informasi pada satu waktu, begitu juga dengan ingatan manusia, dapat berkurang atau bahkan hilang seiring waktu.

Agar pengetahuan dan pemikiran yang kita miliki bertahan lama, aktivitas menulis adalah salah satu kuncinya. Hal tersebut sesuai dengan nasihat-nasihat dari seorang yang bijaksana, yaitu:

Ikatlah (catatlah) ilmu dengan menulis.

Jagalah ilmu dengan menulis.

Ilmu itu ibarat binatang buruan, dan tulisan adalah tali yang mengikat binatang buruan tersebut. Maka ikatlah buruan-buruan dengan tali yang kokoh dan kuat.

Bahkan aktivitas menulis ini bisa dijadikan kewajiban bagi orang yang rentan salah atau mungkin hafalannya tidak kuat dan dia harus menyampaikan kepada orang lain.

Hal penting lainnya dari tujuan menulis adalah agar orang lain yang lebih tinggi ilmunya atau lebih luas pengetahuannya dapat memberikan masukan atau koreksi terhadap pemikiran kita. Hal ini sangat penting dalam proses belajar dan pendewasaan. Sehingga kita tidak terjebak dalam salah pemikiran kita sendiri.

Acting

Selain dengan menulis, ikatlah ilmu dengan perbuatan (acting). Sehingga ilmu pengetahuan yang kamu miliki bisa bermanfaat bagi orang lain. Ketika pengetahuan tidak digunakan, maka lambat laun akan terlupakan dari ingatan kita.

Salah satu cara memanfaatkan pengetahuan yang kita miliki adalah dengan cara mengajarkannya kepada orang lain. Mengajar bisa menggunakan berbagai macam media yaitu bisa melalui tulisan, buku, video atau mengajarkan langsung di kelas.

Menurut National Training Laboratories, Bethel, Maine di USA. Praktik mengajar adalah praktik yang paling efektif dalam proses mempertajam pengetahuan yang kita miliki.

Learning Pyramid (Adapted from National Training Laboratories Bethel, Maine, USA) 
Learning Pyramid (Adapted from National Training Laboratories Bethel, Maine, USA) 
https://www.researchgate.net/figure/Learning-Pyramid-Adapted-from-National-Training-Laboratories-Bethel-Maine-USA_fig1_317267917

Learning

Proses belajar melibatkan banyak aktivitas dan yang menjadi dasar adalah membaca, berpikir dan menulis. Selain membaca tentunya kita bisa memanfaatkan indra yang lainnya seperti mendengar, mencium dan merasakan. Namun membaca adalah dasarnya.

Proses belajar setiap orang pun bisa berbeda. Maka dari itu penting untuk kita tahu belajar cara belajar (learning how to learn). Kembali kepada mengenali diri kita sendiri, lingkungan belajar seperti apa yang cocok bagi kita, teknik atau metode apa yang cocok bagi kita, media belajar apa saja yang cocok bagi kita. Untuk mengetahui lebih lanjut, silakan cari di Google dengan kata kunci “belajar cara belajar” atau “learning how to learn”.

Growing

Melalui aktivitas membaca, berpikir, menulis, praktik, dan belajar maka kita akan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Semua aktivitas tersebut adalah bagian dari proses yang tiada akhir, bahkan sampai maut menjemput.

Indikator bertumbuh ini bisa macam-macam, yaitu bisa peningkatan finansial, pembentukan karakter yang lebih baik atau peningkatan keyakinan dan kepercayaan diri.

Namun perlu diperhatikan, bahwa sebagai seorang pemimpin, sebaiknya kita perlu memastikan bahwa bukan diri kita sendiri saja yang bertumbuh, melainkan orang-orang di sekitar kita pun ikut bertumbuh.

Itulah inti dari kepemimpinan yang berhasil, yaitu membuat orang lain ikut bertumbuh dan menjadi pemimpin yang lebih baik bagi dirinya atau pun orang lain di sekitarnya.

Photo by Riccardo Annandale on Unsplash

Author

Software Engineer, Chatbot Developer, Natural Language Processing Enthusiast, JAMStack Enthusiast

Write A Comment