Banyak sekali buku tentang motivasi, tentang passion, tentang meningkatkan kualitas diri. Namun tentunya hanya beberapa buku yang bisa di anggap bestsellers. Bahkan buku yang disebut sebagai bestsellers pun belum tentu juga cocok untuk semua pembaca.

Bagi saya salah satu buku tentang pengembangan diri yang cocok adalah bukunya Felix Siauw yang berjudul “How To Master Your Habits”. Sekalipun pernah membaca buku dan artikel yang kontennya mirip-mirip, rasanya tidak kena dihati atau bisa jadi puncak dari pemahaman didapat akibat membaca buku ini.

Kalau kita lihat rating dan review dari situs goodreads.com nilainya adalah 4.25 dari 1.679 orang yang memberikan rating. Bisa dibilang ini nilai yang tinggi, artinya buku ini direkomendasikan untuk dibaca.

Per bulan Juni 2020, buku ini sudah mencapai cetakan ke-12 dan dicetak menggunakan cover baru sehingga terlihat lebih segar dan menarik.

How to Master Your Habits – Akubaca.com
How To Master You Habits oleh Felix Y. Siauw

Berikut adalah rangkumannya:

  1. Muqaddimah:
    • Motivasi hanya berpengaruh 11% – 35% dalam keahlian.
  2. Prologue:
    • Semua yang dibahas pada buku ini intinya adalah inspirasi yang bisa digunakan dalam meningkatkan keahlian.
  3. Greet Them! ‘The Inspirator’:
    • Keahlian bukan sesuatu yang diwariskan sebagaimana klaim Darwin. Namun, keahlian adalah hasil pilihan, latihan dan pengulangan pilihan-pilihan yang telah dibuat.
  4. My Story:
    • Saya memulainya dari titik nol, pada saat berumur 18 tahun. Ketika menjadi mualaf.
  5. Introducing Habits:
    • Kalau cuma begitu, saya juga bisa!. Kata-kata inilah yang keluar dari pikiran Anda saat menyelesaikan pembahasan habits ini. Anda tidak akan lagi takjub dengan keahlian seseorang, karena telah mengetahui rahasianya.
  6. Everything are Habits!:
    • Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukanya tanpa berfikir.
    • Habits adalah suatu aktivitas yang dilakukan terus-menerus sehingga menjadi bagian daripada seorang manusia.
    • Dia adalah kebiasaan kita. Diri kita memiliki program-program yang mengatur semua respons kita, dan semua itu adalah habits.
    • Kita dapat menjadi apapun atau menguasi keahlian apapun yang kita inginkan bila kita benar-benar menginginkanya, dengan cara membiasakan dan membentuk habits pada diri kita. Menjadikan yang luar biasa menjadi kebiasaan.
  7. The Nature of Habits: Automatically!:
    • Dalam satu penelitian disampaikan bahwa dari 11.000 sinyal yang diterima otak manusia, hanya 40 yang diproses secara sadar, sedangkan sisanya diproses secara otomatis.
    • Hasil penelitian lain juga menyampaikan setidaknya 95% daripada respons manusia terhadap satu kondisi tertentu terjadi secara otomatis.
    • Artinya, respons kita terhadap satu kondisi tertentu baik respons itu berupa pemikiran, perasaan ataupun perbuatan, sesungguhnya berasal dari kebiasaan atau habits yang secara otomatis terjadi pada diri kita.
    • Contoh, dalam bela diri yang dilatih adalah pembiasaan sehingga gerakan beladiri menjadi sebuah refleks.
  8. Structure of Habits!:
    • Seseorang yang memiliki banyak habits baik dalam dirinya sudah dapat dipastikan akan lebih berhasil dalam kehidupannya dibandingkan dengan seseorang yang memiliki sedikit habits yang baik.
    • Proses terbentuknya habits pada manusia: Thoughts > Purposes > Actions > Habits > Personalities.
    • Cara pikir menentukan kecenderungan, cara pikir juga menghasilkan keyakinan, dan keyakinan membentuk perbuatan. Maka perbedaan cara pikir akan membuat perbedaan amal.
  9. Why Habits?!:
    • apakah kita memilih atau tidak memilih, habits akan tetap ada dalam diri kita. Sayangnya, secara alami, biasanya yang muncul adalah habits yang buruk, bukan yang baik.
    • If you choose not to plant flower on your garden, then weeds will grow without encouragement or support.
    • Sungguh menyenangkan tentunya, apabila kita bisa memanipulasi habits ini untuk tujuan kita. Bukannya malah membiarkannya mengendalikan hidup kita.
  10. I am Habits:
    • Nama saya Habits, dan saya selalu mendampingi anda.
    • Saya adalah pelayan anda yang paling rajin, atau beban anda yang paling berat.
    • Saya akan mendorong anda maju, atau menarik anda jatuh ke dalam jurang kegagalan.
    • Perhatikan saya, latih saya, tegaslah terhadap saya, dan saya akan meletakkan dunia dibawah kaki anda.
    • Anggap enteng saya dan saya akan menghancurkan anda. Saya sepenuhnya ada dalam kendali anda.
    • Lebih dari 90% dari apa yang anda lakukan mungkin akan anda serahkan kepada saya, dan saya akan melakukannya dengan cepat dan tepat.
    • Saya mudah diarahkan, anda hanya perlu tegas terhadap saya.
    • Tunjukkan bagaimana tepatnya anda ingin sesuatu dikerjakan, dan setelah beberapa pengulangan saya akan melakukannya secara otomatis.
  11. Genealogy of Habits:
    • Walaupun pada manusia habits yang dipilihnya dipengaruhi oleh cara berpikir. Namun, dalam proses pembentukannya, peran akal tidaklah terlalu dominan. Faktor yang menentukan apakah kita akan memiliki habits hanya 2 hal, yaitu practice (latihan) dan repetition (pengulangan), yang tentu saja dilakukan dalam rentang waktu tertentu. Practice makes right, repetition makes perfect.
    • Ibu dari semua keahlian adalah repetition (pengulangan) dan ayahnya adalah practice (latihan)
  12. Spiral of Habits:
    • Habits menyerupai spiral yang tiada terputus, setiap repetisi akan memperkuat habits, dan habits yang kuat akan menuntut repetisi. Spiral ini akan terus menerus berkembang tak terputus apabila terus dijaga.
    • Spiral pembentukan habits: Habits > Learn > Commit > Practice > Repetition > (Habits). Rasa takut pun hasil daripada habits.
    • Witing tresno jalaran soko kulino, adanya cinta adalah karena terbiasa, begitu pepatah jawa untuk melukiskan pentingnya repetisi. Bahkan cinta pun adalah hasil repetisi. Cinta adalah permasalahan habits. Benci pun sama permasalahan habits. Selama ada bapak dan ibunya, ada cukup practice dan repetition, habits akan segera lahir. Pengecualiannya akan kita bahas nanti.
  13. Installing Habits:
    • Jalan setapak selalu ditandai dengan tanah yang tidak ditumbuhi rumput, sementara rumput-rumput tumbuh liar di kiri dan kanan jalan setapak itu. Pernahkah kita bertanya mengapa rumput tidak tumbuh dijalan setapak itu? Sederhana, karena jalan itu selalu dilewati, lagi-lagi repetisi.
    • Rumput liar tidak dapat tumbuh di tanah yang selalu diinjak, maka menginjak tanah akan membuat jalan setapak sebagaimana repetisi membentuk habits. Habits seperti spiral, hanya ada dua pilihan didalamnya, bertambah besar atau bertambah ciut.
  14. Why? What? How?:
    • Ibnu Syihab berkata Ilmu adalah gudang-gudang penyimpanan dan pertanyaan adalah kuncinya. Pun begitu halnya dengan motivasi dalam melakukan suatu aktivitas yang dari pertanyaan Why? dan What? , sedangkan pertanyaan How? memperjelas bagaimana mencapainya. ‘What?‘ memberikan kita tujuan gairah dan semangat untuk mencapainya.
    • Membentuk habits sama halnya, memerlukan kejelasan tujuan, apa yang ingin dicapai? Semakin jelas kita menjawab pertanyaan What? semakin besar pula daya tarik yang dihasilkan.
    • Perlu pula disampaikan bahwa semakin jelas apa yang kita inginkan di masa depan, maka semakin besar pula daya tarik untuk melakukan suatu aktivitas.
    • Maka sering-seringlah berpikir tentang masa depan, merencanakan masa depan. Karena masa depan menentukan aktivitas apa yang akan kita lakukan pada saat ini.
    • Selain memiliki daya tarik yang kuat, kita perlu pula menyempurnakannya dengan daya dorong yang tidak kalah kuatnya, dan ini didapat dari pertanyaan Why?. Why must I doing this? Kenapa aku mesti melakukan hal ini? Bagi banyak manusia, ancaman terkadang menjadi ‘Why?’ yang sangat kuat untuk bergerak. Strong why, itu penyebabnya.
    • Undanglah hiu-hiu kecil dalam kehidupan kita, agar hidup kita jadi lebih dinamis.
  15. How Many Days?:
    • Walaupun habits akan semakin solid seiring dengan waktu, namun bisa kita ambil bahwa 30 hari atau 1 bulan adalah batas minimal habits dibentuk. Setidaknya ini menjadi sebuah batasan bagi kita memulai membentuk habits.
    • Sederhananya, untuk membentuk habits baru, maka kita harus melakukan practice dan repetition selama 30 hari berturut-turut secara konsisten, tanpa ketinggalan satu hari pun. Karena habits berarti pembiasaan, dan pembiasaan memerlukan konsistensi.
  16. Good News! Thinking is not needed:
    • Kabar baiknya adalah, untuk membentuk suatu habits, kita tidak perlu merasa ‘perlu berubah’ ataupun ‘memiliki motivasi’ karena dalam banyak kasus habits bisa terbentuk walaupun seseorang tidak memiliki motivasi sama sekali.
    • Habits bisa terbentuk baik ketika kita rela dengan repetisi aktivitas itu ataukah kita terpaksa melakukannya. Rela ataupun terpaksa, habits akan tetap terbentuk, walaupun habits yang dibentuk atas dasar kerelaan tetap akan lebih berkualitas dibandingkan dengan habits yang terbentuk karena paksaan.
    • Tidak perlu pula mempertimbangkan logika atau pikiran dalam membentuk habits, karena manusia tidak selamanya logis. Jadi kembali kita tekankan bahwa habits lahir karena kehadiran ayah dan ibunya, practice dan repetition. Selama mereka ada, kita tidak perlu khawatir akan lahirnya habits, walaupun yang terjadi kawin paksa ala Siti Nurbaya. Karena habits bukan masalah motivasi tapi pengkondisian.
  17. Conditioning Habits:
    • Topeng monyet, salah satu bentuk pembiasaan. Begitulah habits dibentuk pada hewan yang nyata-nyata tidak memiliki akal. Bukan karena mereka cerdas, namun karena mereka terbiasa. Seharusnya bila kita bersungguh-sungguh membentuk habits, kita pun pasti bisa. Bila tidak punya akal saja mampu, seharusnya kita lebih mampu.
    • Penting sekali untuk diingat, bila kita belum menguasai suatu keahlian yang ingin kita kuasai walaupun telah mencobanya berkali-kali, bukan berarti kita tidak bisa. Ada dua kemungkinan mengapa kita belum bisa. Pertama, repetisinya kurang banyak, atau kita kurang mengulang-ulang dan melatihnya. Selain itu ada kemungkinan kedua, bisa jadi ada beberapa saraf yang putus pada otak kita, dengan kata yang lebih jujur, kita mungkin idiot.
    • Dan saya yakin anda dan saya bukan termasuk yang kedua, tentu buku ini tidak ada di tangan anda bila anda termasuk kemungkinan yang kedua. Bisa karena biasa.
  18. Forming Habits is like creating roads:
    • Syaraf otak itu membentuk jaringan seperti jalan di kota semakin luas dan banyak, maka semakin cepat transportasi informasi.
    • Konsistensi adalah bentuk lain dari repetisi, kunci dari keistiqamahan.
  19. First is Hardest:
    • Memang betul yang pertama selalu yang paling berkesan, itupun berlaku pada habits. … . Manusia pun sama rentan terhadap perubahan dan cenderung untuk mempertahankan kondisi semula. Maka perlu gaya dari luar (external force) agar kondisi semula dapat berubah.
    • Secara umum, ada 3 milestone yang dapat kita jadikan panduan dalam membentuk habits. kesatu adalah pembentukan habits di 30 hari pertama, milestone kedua terletak pada 3×30 hari, dan ketiga, 10×30 hari atau satu tahun, setelah itu habits yang kita bentuk, telah solid dan menjadi program yang hampir permanen, otomatis terjadi pada diri kita seperti gerak refleks.
  20. From Lame to Fame:
    • Bila digambarkan dengan bagan, proses membentuk habits sejatinya adalah melatih dengan sengaja aktivitas yang awalnya kita lakukan dengan sadar, menjadi biasa kita lakukan secara tidak sadar (otomatis).
    • Bila learn adalah proses mengetahui apa yang tidak kita ketahui, dan practice adalah proses mempraktekan apa yang kita ketahui dengan benar, maka repetition adalah proses menjadikan aktivitas menjadi habits. Apabila habits baru telah terbentuk, maka Prinsip Kelembaman pun berlaku, habits itu pun akan cenderung mempertahankan keadaan semula (inersia).
  21. Teach Habits and Habits will serve you!:
    • Abdurrahman bin Auf memiliki habits saudagar yaitu lebih senang memberi daripada diberi.
    • Orang yang sudah terlanjur ‘kaya’, susah menjadi ‘miskin’, orang yang sudah terlanjur ‘miskin’ susah untuk jadi ‘kaya’.
    • Sayangnya, saat ini kita lihat, banyak orang-orang yang mementingkan kondisi awal dibandingkan habits. Mereka mengeluh bahwa mereka adalah korban sistem … Jarang sekali yang menyadari bahwa habits merekalah yang membuat mereka selalu gagal. Habits yang memosisikan diri sebagai korban, selalu mengeluh dan bermental pengemis.
  22. Luck is a part of Habits:
    • … tahukah kita bahwa keberuntungan bukanlah sebuah kejadian acak dan kebetulan? Keberuntungan adalah hasil pembiasaan diri, ketika berhadapan dengan peluang maka yang memiliki habits yang unggul.
    • Ciptakan keberuntungan dengan habits, jangan menunggu keberuntungan. Jangan berharap beruntung mendapatkan istri salihah bila kita tidak menciptakan kesempatan itu dan menunggu takdir …
    • Seorang ahli tidak menunggu keberuntungan, dia akan berusaha menciptakannya melalui upaya sadar melalui habits. Kurang lebih keberuntungan adalah hasil kali antara persiapan kita dan kesempatan.
    • Anytime you see someone more successful than you are, they are doing something you aren’t (Malcolm X).
  23. Let’s Make Habits ^_^:
    1. Mulai dari yang kecil, mulailah habits baru kita dengan hal-hal kecil terlebih dahulu, mematok target yang terlalu tinggi hanya akan menghasilkan rasa jenuh dan putus ditengah-tengah. Misal, bila habits yang ingin dibentuk adalah membaca buku, maka mulailah dengan 10 menit sehari membaca buku, atau 10 lembar per hari membaca buku.
    2. Temukan tempat Habits, untuk melatih sebuah habits, maka kita harus menyisipkan habits itu pada habits lain yang sudah solid (sudah jadi). Kuncinya adalah kata “setelah”. Misalnya, saya akan membaca “setelah” mandi sore …
    3. Berlatihlah terus!, pada awalnya, mungkin kita akan seringkali lupa untuk melaksanakan habits baru, maka buatlah pengingat dimana-mana tempat biasa kita beraktivitas … dan ingat untuk melakukan setiap hari!
  24. To Be an Expert
    • habits … harus dikembangkan menjadi expertise (keahlian spesialis)
    • Expert berarti ahli, artinya dia benar-benar menguasai satu keahlian
    • Sedikit diantara manusia yang mampu membiasakaan yang istimewa dan menjadikannya habits. Namun lebih sedikit lagi dari orang-orang yang mampu membentuk habits bisa menjadikannya sebagai expertise.
    • Seorang expertise bukan hanya mampu membentuk dan mengendalikan habits. Dia menguasai habits. Mastering habits.
  25. The Rules of 10.000 hours
    • Kita tidak mengetahui berapa tepatnya waktu yang diperlukan untuk menjadi seorang expert dalam sebuah habits, yang jelas kita mengetahui bahwa semakin bermutu keahlian yang ingin kita kuasai, maka semakin besar pula tenaga yang harus dikerahkan dan tentu saja waktu yang harus disediakan semakin lama.
    • Perlu waktu untuk bisa melakukan sesuatu dengan benar, dan perlu banyak waktu untuk membentuknya jadi habits kita, dan perlu lebih banyak lagi waktu untuk menjadi expert dalam hal itu, dan mungkin perlu seumur hidup untuk menjadi master dalam sesuatu yang kita pilih.
    • Sebuah penelitian menyampaikan bahwa seseorang baru akan menjadi ahli dalam bidang yang dia pilih apabila telah berlatih selama 10.000 jam di bidang tersebut.
  26. Tips & Trik Renang: Udang Hidup
    • Tak ada jalan pintas dalam menguasai satu keahlian. Ini perlu ditegaskan sekali lagi, agar kita membuang jauh-jauh pemikiran menguasai keahlian dengan serba instan.
    • Habits yang kita bentuklah yang berpengaruh dalam pembentukan keahlian.
    • Betul kata pepatah, easy come easy go, everything that came with an instant will gone in an instant, there’s no such things as ujug-ujug.
    • Maka mulailah berlatih dan mengulang mulai dari sekarang. Practice and repetition.
  27. Pola Fibonacci dan Habits
    • … bahwa dalam pembentukan habits, kita tidak mengharapkan kurva linier disitu, namun pembentukan habits lebih mungkin sama seperti deret Fibonacci. Dan itu jelas tidak linier.
    • Pada rentang waktu pertama keahlian kita mungkin hanya naik 1%, namun bila kita konsisten melakukannya, bukan tidak mungkin pada rentang waktu kedua akan naik 2%, 3% kenaikan berikutnya, 5% lalu 8% sampai akhirnya tanpa kita sadari kita sudah seperti pohon yang menumbuhkan banyak tunas. Semua ini hanya perlu kesabaran untuk terus melakukan habits yang ingin kita bentuk.
    • Semakin sering kita mengulang dan melatih suatu hal, maka akan semakin efisien kita mengerjakannya, itu berarti waktu yang lebih singkat dan energi yang lebih rendah yang kita keluarkan.
  28. Differentiation in Da’wah
    • Dalam gerakan dakwah, setiap bagian memiliki kontribusinya masing-masing.
    • Satu orang tidak akan bisa mengerjakan semua amanah atau ahli dalam segala bidang.
    • Life is choice, so does expertise.
    • Diferensiasi meniscayakan adanya perbedaan yang signifikan, perbedaan yang dihargai, perbedaan yang memiliki nilai.
    • Pilih satu keahlian, luangkan lebih banyak waktu kita untuk menguasainya, dan pastikan tidak ada yang lain yang lebih baik daripada anda dalam melakukan keahlian itu.
  29. Life is not Fair!
    • Mengapa harus jadi yang terbaik? Karena saya perlu memberitahu satu hal.
    • Dunia ini tidak adil kawan! Dunia selalu memperhatikan sebagian orang sementara benar-benar cuek terhadap sebagian yang lain.
    • Membaca buku adalah sejenis bentuk ketagihan, seperti spiral melebar terus membesar, satu buku akan mengajak pada dua buku, dua buku pada tiga buku, dan seterusnya.
    • Habits terbentuk seperti spiral. Selama tidak ada gaya luar yang merubah, maka semakin lama ia akan semakin besar. Sayangnya hal ini tidak hanya berlaku pada sesuatu yang baik, namun juga sesuatu yang buruk.
    • Habits laksana spiral, adapun naik ataupun turun, itu adalah pilihan.
  30. The Outliers & Out of Orders
    • Yang diingat oleh dunia hanya yang dapat keluar dari kerumunan, the outliers!
    • Sedangkan yang biasa-biasa saja, yang tidak diingat oleh dunia, yang tertinggalkan waktu, kita namakan saja Out of Order!
    • Dunia memang tidak adil, hanya outliers yang akan diingat, no.1 yang akan diingat.
    • Sementara out of order lain belum tentu akan diingat oleh dunia dan kebanyakan dilupakan dalam sejarah.
    • Nah, pertanyaanya pada kita; mau memilih jadi yang menandu atau jadi yang ditandu? Out of order atau outliers?
  31. Breaking The Circle
    • Kemabli ke tidak adilnya dunia. Bila orang cerdasr bertambah cerdas, yang kaya bertambah kaya, yang terkenal menjadi semakin terkenal, lalu bagaimana yang tidak cerdas, miskin dan tak terkenal?
    • Harus ada upaya yang besar untuk memutus rantai ‘kesialan’ ini dan menggantikannya dengan rantai ‘keberuntungan’
    • Untuk menghancurkan lingkaran out of order, harus dengan gaya luar yang cukup.
    • Kata orang tiada perjuangan tanpa pengorbanan. Pengorbanan adalah kunci mematahkan lingkaran out of order menuju lingkaran outliers.
  32. No Pain No Gain
    • Pengorbanan memang melahirkan rasa sakit, namun kita harus memahami pula bahwa rasa sakit adalah bahan utama pembentuk the outliers.
    • Otot yang kuat dan tegap menandakan hasil latihan, hasil rasa sakit akibat pembiasaan.
    • Kabar baiknya, kita bisa melatih otak kita sebagaimana otot, perlu pengorbanan dengan merasakan sedikit stress dan rasa sakit maka otak kita akan menjadi lebih kuat. With pain there’s gain.
    • Ada dua pengorbanan di dunia ini, yaitu pengorbanan harta atau jiwa, kita bisa memilih salah satu atau keduanya sekaligus.
    • Untuk menjadi the outliers, bila anda mempunyai uang, investasikanlah pada hal-hal yang bermanfaat dalam membentuk habits dan expertise yang kita inginkan. Mengikuti seminar, training, kursus, workshop, membeli buku, dan lainnya.
  33. Re-defining “Impossible”
    • … kemustahilan adalah gabungan daripada hal-hal yang mungkin terjadi. Artinya, sesuatu yang dikatakan mustahil menjadi mungkin dilakukan apabila kita mau memisah-misahkan kemustahilan itu menjadi kemungkinan-kemungkinan.
    • Impossible is a sum of possibilities, if we are willing to do the possibilities, the impossible is nothing
    • Yang membedakan antara yang ideal dan yang payah hanyalah kerelaan mereka untuk menjalani proses dan bertumbuh di dalamnya, setiap hari. Ingat, setiap hari.
    • Bertumbuh setiap hari, lebih baik 1% saja sehari, dalam satu tahun kita bertambah baik 365%
    • Perbedaan antara orang yang telah melatih habits dan yang tidak melatih habits terlihat jelas dalam performa mereka.
    • Kendalikan habits anda, dan … anda akan mengendalikan kehidupan…. Kendalikan habits atau habits yang akan mengendalikan hidup kita.
  34. Afterdoing Service
    • Tantangannya sekarang terletak pada konsistensi, keistiqamahan kita menjalankan apa yang sudah kita rencanakan.
    • Oleh karena itu, perlu pula kiranya kita mengetahui sikap mental yang diperkukan untuk membentuk habits…
    • Walaupun pada dasarnya, sikap mental ini juga adalah bagian daripada habits yang tentu juga memerlukan latihan dan pengualangan agar menjadi bagian dari diri kita.
  35. Take Action!
    • Seringkali kita menunda sesuatu karena memikirkan apa hasilnya nanti, lalu bersikap pesimis. Menakutkan sesuatu yang belum tentu terjadi.
    • Seringkali kita memikirkan harga yang harus kita keluarkan untuk melakukan sesuatu.
    • Namun, jarang kita berpikir tentang harga yang harus kita keluarkan ketika tidak melakukannya.
    • Action adalah pertanda kesungguhan, ia pembeda antara impian dan khayalan.
    • Talk is Cheap, but Action is Priceless.
    • Inilah tujuan dari habits, menyampaikan bahwa Action speaks Louder than Motivation speaks.
    • Awalnya memang mungkin terasa sulit dan tidak nyaman, namun pemaksaan juga … tetap akan mewujudkan habits. Ingat, asal ada ayah dan ibunya, habits akan terbentuk. Practice dan repetition.
    • Ideas are free, but action is priceless!
  36. Unreasonable Fear
    • Kebanyakan dari kita memutuskan kita telah gagal tanpa sekalipun mencoba, sepertinya ketakutan telah membunuh rasa penasaran dan bahkan mematikan harapan.
    • … sebuah penelitian menyampaikan bahwa 90% daripada apa yang dikahawatirkan orang tidak pernah menjadi kenyataan. Artinya diantara ketakutan-ketakutan kita yang membuat kita menunda action, mungkin hanya satu yang jadi kenyataan.
    • Unreasonable Fear, ketakutan yang hanya ada di dalam bayangan kita saja, tak mewujud dalam kenyataan.
  37. Move-move and Move
    • Manusia adalah makhluk pergerakan, dia perlu untuk bergerak.
    • … kehidupan selalu dicirikan dengan adanya pergerakan dan perubahan. Air yang tidak bergerak akan berlumut dan bau, jam yang tidak bergerak akan masuk ke dalam tong sampah, darah yang tidak bergerak menimbulkan stroke, uang yang tidak bergerak menimbulkan kekacauan ekonomi, roda yang tidak bergerak akan jatuh, dan jantung yang tidak bergerak jelas musibah.
  38. Visionary
    • … kata-kata yang selalu disematkan pada seseorang yang visioner; gila, sinting, edan, mengkhayal, mimpi, stres, utopis, berangan-angan dan sebagainya.
    • Kebanyakan manusia hanya melihat dengan mata mereka, namun tidak dapat melihat lebih daripada itu.
    • Sedangkan visioner mampu melihat lebih daripada matanya. dia melihat dengan akalnya …
    • Terbukti dunia selalu diarahkan oleh orang visioner, sementara orang-orang pragmatis mengikutinya.
  39. The End is Better than Beginning
    • Sesungguhnya tidak ada impian yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah kemalasan bertopeng pesimisme.
    • … bahwa ada dua kemungkinan bagi visioner; apakah dia gagal mewujudkan visinya dan sedikit dihina dan diolok, atau dia berhasil mewujudkannya dan mendapatkan banyak kemuliaan. yang manapun yang terjadi, tetap saja dia akan diingat oleh orang lain. Namun hanya ada satu kemungkinan bagi orang pragmatis, tak ada yang akan mengingat mereka!
    • Mempunyai visi mempermudah kita untuk menciptakan suatu habits.
  40. Just Kill the Excuses
    • Kita tidak selalu bisa memilih apa yang akan terjadi pada diri kita, karena hidup tidak selalu pilihan. Namun, kita jelas bisa memilih bagaimana menyikapinya.
    • Seringkali manusia tidak sadar bahwa mereka memiliki kendali atas apapun yang terjadi pada mereka, sebaliknya mereka justru menjadi korban atas kejadian itu.
    • Pesimus menyalahkan kesalahan, Optimus belajar dari kesalahan.
  41. Excuses are Extremely-Very Dangerous
    • Habits membuat alasan ini sangat berbahaya. Bahkan bisa menghancurkan kehidupan orang yang memilikinya. Karena hampir sebagian besar orang gagal karena alasan.
    • Orang yang memiliki banyak alasan selalu merasa bahwa kesalahan bukan ada pada dirinya, dan sama sekali menutup kemungkinan akan itu. Sebaliknya, baginya kesalahan selalu ada pada orang lain.
    • … Pesimus, dia akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mendaftar sejua alasan ‘kenapa mereka gagal’. Sementara Optimus menghjabiskan waktunya mendaftar ‘apa yang ingin saya capai dan bagaimana caranya’.
    • Penghargaan tidak akan pernah datang kepada seseorang yang pandai membuat alasan. Jangan berharap.
    • Alasan, adalah ciri orang gagal, karena pencari alasan tak pernah belajar.
  42. Devil’s Temptation
    • Dalam perjalanan kita membentuk habits, tentu jalan itu tidak dihiasi oleh kemudahan dan kelapangan.
    • Beberapa teknik godaan syaithan …
      1. … teknik favorit syaithan yaitu dengan kata #mendingan. Yang biasanya dirangkai dengan kata #daripada
      2. … syaithan juga sangat mahir dalam menggunakan frase #yang-lain-juga-begitu. Nah, ini frase yang sama bahayanya dengan kata #mendingan.
      3. … termasuk teknik yang cukup berbahaya adalah frase #sekalii-inii-aja. Frase ini biasa muncul saat habits kita sudah mulai solid, dan akhirnya kita merasa lengah akan godaan-godaan syaithan yang ingin mebatalkan kita membentuk hatbis yang baik. … Padahal bila frase #sekalii-inii-aja diturutkan, niscaya akan ada frase lanjutan dari godaan syaithan, yaitu #ini-yang-terakhir-deh. … bila sudah begini, sulit untuk kembali melanjutkan habits yang kita telah bentuk.
      4. Bila kita ingin membentuk habits, maka kita harus lebih waspada terhadapnya. Keras kepada diri sendiri dalam pembentukan habits itu penting. Disiplin dan memaksa diri melakukan apa yang tak suka kita lakukan seringkali jadi hal yang penting.
  43. Epilogue: Nak atau tak nak?!
    • Semua orang memiliki keterbatasan dan masalah masing-masing. Semua orang bisa saja mencari alasan untuk gagal, sama seperti dia bisa mencari alasan untuk berhasil. Semua adalah pilihan kita.
    • Apakah kita hendak mendaftar alasan ‘kenapa kita akan gagal’ ataupun kita boleh memilih mendaftar ‘bagaimana agar kita dapat berhasil’
    • Permasalahannya dari sedari dulu, selalu saja, bukan terletak pada bisa atau tidak bisa. Tetapi lebih kepada mau atau tidak mau.

Begitulah rangkuman yang menurut saya pribadi adalah esensi dari buku “How To Master Your Habit”. Setelah itu saya akan mencoba membuat ulasan singkatnya sebagai berikut:

Menurut saya buku ini cocok bagi kalangan remaja sampai dewasa. Dengan memahami isi buku ini kita dapat memiliki ilmu untuk membangun habits dengan tepat dan benar. Yang perlu diingat selalu ketika ingin membangun habits baru adalah ibu dan ayah, latihan dan perulangan. Practice and Repetition. Yang dilakukan minimal dalam 30 hari setiap harinya dengan suatu pengkondisian untuk memudahkan pembuatan habits baru.

Lalu untuk menjaga habits agar tidak goyah maka ada baiknya mengetahui dengan jelas mengapa kamu mau melakukanya why?, apa keinginan kamu yang sebenarnya what?, bagaimana cara melakukanya how?. Jangan sampai habits jelek mengisi hari-hari kamu! Pertahankan habits barumu sampai benar-benar otomatis, sampai berada di dalam alam bawah sadar, tertanam dengan sangat amat kuat!

Semoga rangkuman dan ulasan singkat buku “How To Master Your Habits” bisa bermanfaat bagi kita semua 🙂

Nah, setelah mengetahui bagaimana cara membuat habits, sekarang habits apa yang mau kamu buat? 🙂

Rekomendasi buku-buku tentang habits, yang menurut saya esensinya sama dengan buku yang sudah saya rangkum diatas, namun memiliki perspektif atau cara penyampaian yang berbeda, sehingga bisa saja dapat membuka pemikiran baru. Berikut buku-bukunya:

Cover Photo by Joshua Earle on Unsplash
Author

Software Engineering Manager, Software Engineer, Chatbot Developer, Natural Language Processing Enthusiast, JAMStack Enthusiast.

2 Comments

Write A Comment