Apakah kamu sudah pernah berdialog dengan Chatbot? kalau belum sebaiknya coba dulu berbagi pesan dengan chatbot Rinna melalui aplikasi Line Messenger

Sudah dicoba? bagaimana menurut kamu? apakah terasa seperti berkomunikasi dengan manusia sungguhan atau tidak?

Penasaran mengapa Rinna bisa seperti itu?

Perlu kamu ketahui, ada 3 teknologi yang dapat memanusiakan chatbot, yaitu:

  1. Machine Learning
  2. Natural Language Processing (NLP)
  3. Machine Reading Comprehension (MRC)

Baiklah saya coba bahas satu persatu ya, siap-siap buka pikirannya. Berikut ini adalah gambar yang menunjukan kaitan antara disiplin ilmu Artifical Intelligence dan Linguistics.

Hasil gambar untuk NLP vs NLU
Intersection Between Linguistics and Artificial Intelligence Discipline

Machine Learning adalah cabang ilmu dari kecerdasan buatan dan Deep Learning adalah subset atau bagian dari ilmu Machine Learning. Ketika orang membicarakan Machine Learning biasanya ada 4 hal yang dibicarakan yaitu:

  1. Supervised Learning
  2. Unsupervised Learning
  3. Reinforcement Learning
  4. Deep Learning

Dengan teknologi Machine Learning, chatbot dapat memahami pesan selain teks, yaitu gambar atau video. Atau bisa juga disebut dengan Cognitive Services

Kemudian ada yang namanya Natural Language Processing (NLP) dan Natural Language Understanding (NLU). NLU adalah subset dari NLP jadi ketika mempelajari NLP ilmu NLU pun ikut dipelajari. Singkat cerita dengan adanya NLP / NLU ini perangkat lunak dapat mengenali maksud atau tujuan dari suatu teks yang dalam hal chatbot ini artinya dapat memahami pesan yang diterima. Seperti yang pernah di bahas di artikel “Memahami Chatbot Dalam 5 Menit”. Chatbot dapat menerima masukan dalam bentuk teks, suara, gambar, dan video kemudian memprosesnya lalu memberikan respon.

Hasil gambar untuk NLP vs NLU
Terminology: NLU vs. NLP vs. ASR

Jika yang dikirimkan adalah pesan suara maka diperlukan teknologi speech-to-text untuk mengubah suara menjadi teks. Kemudian teknologi NLP / NLU akan memproses teks untuk mencari maksud di dalam teks tersebut.

Hasil gambar untuk machine reading

Dan yang ketiga ada namanya Machine Reading Comprehension (MRC), atau kemampuan untuk membaca dan memahami teks yang tidak terstruktur dan kemudian menjawab pertanyaan tentang hal itu. Hal tersebut merupakan tugas yang menantang bagi komputer.

MRC adalah bidang penelitian yang berkembang karena potensinya dalam berbagai aplikasi perusahaan, serta ketersediaan set data benchmark MRC (MSMARCO, SQuAD, NewsQA, dll.)

Microsoft merupakan salah satu perusahaan besar yang berinvestasi terhadap riset MRC. Microsoft Research memiliki goal agar mesin dapat menjawab berbagai macam pertanyaan di dunia nyata dengan simple, efektif dan intuitif.

Semoga penjelasan singkat diatas dapat membuat kamu semakin penasaran dan mencoba memperdalam hal-hal tersebut 🙂

Jangan sampai ketinggalan informasi lainnya mengenai chatbot. Follow twitter @FredEatWorld dan add Facebook freddy.mu.522

Cover Photo by Daniel Cheung on Unsplash 
Author

Software Development Enthusiast, Chatbot Developer, Newbie Technopreneur, Start to obsess with Business and Technology

Write A Comment