Siapakah seorang Technology Evangelist?

Technology Evangelist adalah suatu role yang memiliki tujuan untuk meningkatkan jumlah adopsi terhadap suatu teknologi serta memperluas jangkauan penggunaan produk.

Ada 3 target audience yang biasanya menjadi sasaran, yaitu:

  1. Software Developer
  2. Non-Developer, seperti marketer, social media manager, content creator, business partner atau disebut mediator antara suatu produk atau layanan terhadap konsumen
  3. End-user atau konsumen

Masing-masing audience memiliki cara pendekatan yang berbeda. Untuk sekarang saya akan bahas satu terlebih dahulu yaitu target audience software developer. Apapun teknologi yang dibangun, selama ada manfaatnya di market dan ingin mendapatkan traction dengan cepat dari para software developer, maka teknologi yang dibangun sebaiknya memiliki dukungan programming language yang banyak penggunanya.

Targeting Software Developer

Prioritaskan berdasarkan bahasa pemograman yang paling banyak dipakai dalam suatu region atau negara, contoh di Indonesia adalah JavaScript dan PHP.

Ada empat aspek yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Edukasi
  2. Akselerasi
  3. Recognition
  4. Financial Impact

1. Edukasi

Edukasi merupakan aspek utama yang harus disiapkan pertama kali. Jangan tergesa-gesa mengadakan offline meetup atau workshop jika online resources nya belum bagus. Karena ujung-ujungnya malah bikin kecewa atau mengurangi engagement. Ingat bahwa saat ini adalah eranya generasi milenial, Y, dan Z. Pahami karakteristik mereka. Oleh karena itu kamu bisa perhatikan beberapa hal berikut untuk membangun online resources yang harapanya akan disukai banyak orang.

  1. Buatlah berbagai macam contoh yang menggunakan real-world case, kemudian dipublikasi di Github / Gitlab. Source code harusnya mudah digunakan, misalnya clone repo lalu jalankan beberapa baris perintah di terminal maka contoh kode sudah bisa jalan dengan baik, sehingga akan mendapatkan kesan mudah digunakan. Dan jika mudah digunakan maka akan meng-encourage developer untuk mengeksplor lebih lanjut dengan membaca dokumentasi
  2. Sediakan dokumentasi yang komprehensif. Developer yang mulai mengeksplor contoh kode, akan melihat dokumentasi juga. Dokumentasi haruslah mudah diakses, sistematis dan komprehensif dan taruhlah di repository yang sama, biasanya di file readme.md yang berisi panduan getting started dan referensi ke panduan lainnya
  3. Membuat video tutorial. Dokumentasi yang komprehensif, didukung dengan video tutorial akan meningkatkan antusiasme developer untuk eksplorasi teknologi lebih lanjut
  4. Menulis artikel atau blog. Penjelasan singkat ataupun panjang lebar dapat ditulis dalam bentuk artikel

2. Akselerasi

  1. Menyediakan SDK untuk beberapa bahasa pemograman populer seperti JavaScript, PHP, Java, C#
  2. Membuat program training dan sertifikasi, misal dibuat leveling contohnya level Associate dan Practitioner
  3. Komposisi isi sertifikasinya harus mengandung kompetensi umum sebanyak 50% dan 50% kompetensi spesifik ke produknya
  4. Membuat open group untuk berdiskusi, misalnya menggunakan telegram group
  5. Join komunitas atau group yang relevan seperti komunitas JavaScript / NodeJS / Adonis, PHP / Laravel / Yii, Java dan lain sebagainya
  6. Membuat tools, perhatikan laravel dengan berbagai tool dan packagenya yang meningkatkan produktifitas penggunanya
  7. Workshop gratis, online maupun offline, edukasi dengan menunjukan secara langsung “how the things work” atau “deep dive review

3. Recognition

  1. Membuat kompetisi rutin setiap 6 bulan atau pertahun
  2. Pemenang mendapatkan hadiah bisa berupa uang, piagam, sertifikat
  3. Atau seperti Microsoft MVP, Berikan gelar “Microsoft Valueable Profesional” bagi orang-orang yang rajin sharing tentang produk terkait

4. Financial Impact

  1. Setelah punya skill, pengetahuan, dan tersertifikasi, harus ada financial impactnya, agar teknologinya bisa dipakai terus menerus lalu bangun ekosistem dan peliharalah ekosistemnya.
  2. Bantu pasarkan profile developer yang tersertifikasi, contohnya seperti Microsoft MVP yang memiliki web profile sendiri, jadi ketika ada orang yang mencari profesional developer, bisa dicari pada direktori website tersebut ataupun terindeks Google

Ilustration image source: https://hackerchick.com/evangelist-chick-preachin-good-word-to_19/

Author

Software Engineer, Chatbot Developer, Natural Language Processing Enthusiast, JAMStack Enthusiast

Write A Comment